Translate

Wednesday, 8 February 2017

INILAH BEBERAPA ALAT MILITER BUATAN INDONESIA YANG TELAH DI EKSPOR, BANGGA SEBAGAI RAKYAT INDONESIA.

Inilah Beberapa Alat Militer Buatan Indonesia Yang Telah Di Ekspor, Bukti Bahwa Bangsa Indonesi Mampu Bersaing Dengan Bangsa Lain, Bangga...


Indonesia saat ini telah banyak mengekspor beberapa alat militer atau Alutsista buatan dalam negeri, hal ini tak lepas dari peran semua pihak terutama BUMN stategis yang memprodukisi alat militer dan tak lepas dari peran besar para putra dan putri bangsa Indonesia untuk menuangkan segala inovasinya bagi kemajuan bangsa Indonesia sendiri, semoga hal ini terus berkelanjutan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk terus berinovasi demi kemajuan bangsa. Apa saja alat militer yang telah kita ekspor ke luar negeri, berikut ini datanya:

1. Kapal Perang SSV Pesanan AL Filiphina.

     Kapal Ini adalah jenis kapal yang bisa digunakan untuk misi-misi pendaratan amfibi di pantai, termasuk untuk pendaratan kendaraan tempur darat. Kapal ini juga bisa dipakai untuk misi non tempur seperti SAR, bantuan obat-obatan, dan penanggulangan bencana.
Kapal pertama, BRP Tarlac (LD-601), mulai dibuat pada Januari 2015 dan diluncurkan pada Januari 2016. Sedangkan kapal kedua mulai dibangun pada Juni 2015. Rencananya, kapal kedua akan dikirim ke Filipina pada pertengahan 2017.
Direktur Produksi PAL Indonesia, Edi Widarto menambahkan, kapak SSV pertama sendiri saat ini sudah mengandung komponen lokal mencapai 30%. Diharapkan, ke depan konten lokal yang digunakan bisa meningkat hingga 35%.
Spesifikasi teknis
Tarlac Class SSV adalah turunan dari kapal Kelas Makassar milik TNI (yang dibuat oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME)). SSV memiliki panjang total 123 m, dan lebar 21,8 m. Panjang tegak lurus kapal mencapai 107,5 m. Berat standar mencapai 7.000 ton dan total muatan mencapai 11.538 ton.
Kapasitas kargo
Kapal ini bisa memuat empat tank, empat truk, dan dua kendaraan tempur ringan. Selain itu, kapal ini juga mampu memuat dua landing craft utility (LCU) atau landing craft vehicle personnel (LCVP) serta dua perahu karet.
Di bagian depan, dek dapat membawa dua helikopter berukuran medium. Itu belum termasuk hangar untuk menyimpan sebuah helikopter. SSV mampu mengangkut 121 kru dan 500 marinir bersama perlengkapan mereka.
Senjata
Persenjataan utama di depan kapal ini adalah senapan 76 mm. SSV juga dipersenjatai dua senapan 25 mm menghadap buritan.
Radar dan sistem komunikasi
SSV menggabungkan radar navigasi, radar permukaan, radar pencari di udara, dengan sistem kendali elektro-optis untuk persenjataan utama. Sistem radar ini dibuat oleh EID atas pesanan DSME dan PT PAL pada Juni 2015.
Sistem ini dilengkapi sistem kendali komunikasi terintegrasi atau integrated communications control system (ICCS) dan sistem radio Harris VLF-HF serta V/UHF. ICCS merupakan sistem yang dipakai lebih dari 130 kapal di seluruh dunia.
Penggerak
SSV digerakkan oleh mesin disel dan sistem propulsi yang digabungkan dengan dua mesin MAN 9L28/32A medium-speed engines. Setiap mesin baling-baling ini menghasilkan tenaga 2,920kW. Kecepatan maksimum mencapai 16 knot dan dapat terus beroperasi maksimal 30 hari.
2. Ekspor Kepala Roket Ke Chile.

      Selama ini ada saja orang yang meremehkan senjata produksi dalam negeri. Padahal itu salah! Putra-putri terbaik bangsa telah berhasil membuat senjata yang nyatanya dilirik oleh negara asing. Tahun 2013 ada 260 unit kepala roket jenis Smoke Warhead yang diekspor ke Cile. Alutista tersebut merupakan buatan PT. Sari Bahari dari Malang, Jawa Timur.
Kemampuan Smoke Warhead diakui mampu mengalahkan produk serupa buatan Amerika Serikat dan Rusia. Smoke Warhead berupa kepala roket berdiameter 70 mm dan cocok dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano. Keunggulannya, Smoke Warhead akan mengirim informasi di mana posisi jatuhnya dengan mengeluarkan asap selama dua menit pasca roket jatuh ke tanah.

3. Mengekspor Pesawat Jenis CN-235 Ke Banyak Negara Di Asia,Timur Tengah,dan Afrika.

    Satu lagi Alutista yang harus dibanggakan bangsa Indonesia, Pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) pabrikan PT. Dirgantara Indonesia, yang ternyata juga diminati negara lain. pada tahun 2011-2012 lalu, PT. Dirgantara Indonesia mengirim 4 pesawat CN 235-MPA ke Korea Selatan setelah adanya kontrak senilai USD 94,5 juta. Pesawat CN 235 diperuntukkan untuk patroli perairan. Dan pada 2016 lalu Pt DI telah mengirimkan pesawat CN-235 ke Senegal dan Thailand.
Di tahun yang sama, pesawat CN 235 jenis angkut militer VIP juga dikirim ke Senegal, Afrika oleh PT. Dirgantara Indonesia. Selain itu, 3 produk pesawat CN 235-MPA juga digunakan TNI AL sejak Desember 2009 untuk melengkapi rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014. Kehandalan pesawat CN 235-MPA ini adalah kelengkapan sistem navigasinya beserta sistem komunikasi dan misi.

4. Ekspor Kapal Jenis Fast Patrol Boat Ke Timor Leste.

       PT. PAL, melalui tangan putra-putri terbaik bangsa, berhasil membuat kapal perang jelis patrol cepat (Fast Patrol Boat). Rupanya negara tetangga, Timor Leste, kepincut dengan Alutista buatan dalam negeri ini. Di tahun 2011 lalu, untuk melindungi wilayah teritorial Timor Leste, dua kapal patroli cepat buatan PT. PAL ini dibeli Pemerintah Timor Leste dengan mahar USD 40 juta.
Konstruksi lambung dan anjungan kapal yang terbuat dari bahan alumunium mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver. Untuk kecepatan, kapal patroli cepat ini mampu melaju sampai 30 Knot. Kapal ini dilengkapi dua baling-baling dan Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistem navigasi dan komunikasi ke dalam peta elektronik dan radar.

5. Peluru Amunisi Buatan Pindad Telah Diekspor Ke Berbagai Negara.

     PT. Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) selama ini telah memasok kebutuhan peluru TNI-Polri. Peluru buatan Pindad antara lain berkaliber 5.56 mm, 7.62 mm dan 9 mm. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, peluru yang dihasilkan PT. Pindad ini ternyata juga diekspor ke beberapa negara asing, antara lain ke Singapura, Filipina, Bangladesh, hingga Amerika Serikat.
Sebagai peluru yang mempunyai kehandalan tinggi, peluru buatan anak negeri ini tentu sudah melewati uji kelayakan badan internasional, seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian standar NATO. Demikian juga di tahun 1994 peluru ini juga mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly-Internastional Certification Service Ltd, Inggris.

6. Panser Anoa Banyak Diminati Negara-Negara di Asia, Timur Tengah Hingga Afrika.

    Salah satu produk PT. Pindad, yakni Panser Anoa, merupakan Alutista yang paling laris dijual. Tahun 2008 TNI telah memesan 154 Panser Anoa berbagai tipe. Tahun 2011 TNI memesan lagi Panser Anoa tipe APC sebanyak 11 unit dan tahun 2012 sebanyak 61 unit. Dari luar negeri, pesanan datang dari Kerajaan Oman untuk Panser Anoa jenis 66. Malaysia juga meminati panser ini dengan memesan Panser Anoa sebanyak 32 unit.
Sebagai alutista yang diminati berbagai negara,kualitas Panser Anoa telah sesuai dengan standar NATO pada level III atau level dengan tingkat ketahanan terhadap serangan lebih baik dari level II yang diproduksi China dan India. Belum lama ini Pindad telah mengeluarkan Panser Anoa jenis baru yang mengusung Kanon Kaliber 20 mm dan berjenis IFV (Infantry Fighting Vehicle). Serta PINDAD telah merilis Anoa Jenis baru yakni Anoa 2 Amphibious Yang dirilis pada bulan Januari 2017 kemarin.

7. Senapan Buatan Pindad Telah Diekspor Ke Banyak Negara Di Dunia.

     Selain Panser Anoa, sejumlah senjata buatan Pindad juga banyak diminati oleh negara luar. PT. Pindad telah mampu menghasilkan berbagai produk senjata seperti senapan serbu (SS1-series), SS-2, senapan sniper (SPR-1), pistol (P-1 dan P-2), revolver, senapan sabhara/polisi, senjata penjaga hutan, pistol professional magnum, peluncur granat, dan pelindung tubuh (personal body protection).
Sebuah jaringan supermarket khusus olah raga berburu, camping, dan memancing bernama Cabelas’s banyak memesan produk-produk Pindad. Senapan serbu SS-2 juga menjadi langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Dan negara Thailand serta Singapura juga kerap membeli senapan tersebut. Apalagi baru-baru ini Pindad telah merilis senjata tercanggih yakni SS-2 V7 Subsonik yang merupakan senjata paling senyap didunia.

8. Seragam Militer Buatan PT SRITEX Sukoharjo Banyak Dipesan Negara-Negara Anggota Nato.

 PT SRITEX yang terletak di Kabupaten Sukoharjo, Surakarta ini merupan pabrik tekstil terbesar se Asia yang memproduksi berbagai pakaian bermerk terkenal sampai seragam Militer, seragam militer yang diproduksi PT SRITEX ini antara lain seragam anti Radiasi, Seragam anti Ultra-violet, seragam anti Nyamuk, seragam anti Api, seragam anti Air, seragam kamuflase, dll. Telah banyak negara-negara di dunia terutama anggota NATO mengakui kehandalan salah satu produk buatan anak bangsa ini.

Tuesday, 7 February 2017

PESAWAT TEMPUR KFX/IFX AKAN SEGERA DIBANGUN JIKA SUDAH MENDAPAT PERSETUJUAN LISENSI DARI AS

PESAWAT TEMPUR BUATAN INDONESIA-KOREA SELATAN AKAN SEGERA DIBANGUN JIKA TELAH MENDAPATKAN PERSETUJUAN LISENSI DARI AS.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M. Fachir, mengatakan bahwa kerja sama pembuatan jet tempur KF-X/IF-X antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan masih harus menunggu persetujuan lisensi dari Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu RI usai pertemuan pertama Dialog Strategis Kerja sama Tingkat Tinggi (HWLSD) Indonesia- Korea Selatan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.

“Joint development untuk pesawat ini ada beberapa pending, terutama soal lisensi dari AS. Bukan penundaan kerja sama tetapi kita minta AS sebagai negara yang memiliki lisensi, dia harus memberikan izin dulu,” ujar A.M. Fachir di Jakarta, Senin (6/2).
Fachir menjelaskan bahwa kerja sama pembuatan pesawat tempur KF-X/IF-X masih terhambat masalah izin lisensi dari Amerika Serikat. “Untuk persetujuan lisensi dari AS, tahun kemarin delegasi dari Kementerian Pertahanan RI sudah ke AS. Ada baiknya kali ini kita, Indonesia dan Korsel, sama-sama. Ini kan untuk keberlangsungan proyek ini,” katanya. KF-X / IF-X merupakan program Korea Selatan dan Indonesia untuk mengembangkan pesawat tempur multiperan canggih untuk angkatan udara kedua negara.
Indonesia dan Korea Selatan pada Januari 2016 menandatangani perjanjian senilai 1,3 miliar dolar AS untuk pengembangan jet tempur baru. Berdasarkan atas perjanjian itu, yang ditandatangani dengan Korea Aerospace Industries (KAI), Kementerian Pertahanan Indonesia akan menanam sekitar 1,6 triliun won (sekitar Rp13 triliun) dalam program Korea – Indonesia Fighter Experimental (KFX/IFX).
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat mengatakan bahwa Indonesia akan mengandalkan pertahanan udara kepada pesawat tempur KF-X/IF-X buatan bersama dengan Korea Selatan pada lima tahun mendatang.
KEHEBATAN PESAWAT TEMPUR KFX/IFX.

Indonesia sesungguhnya kaya akan para penerus bangsa yang cerdas dan kreatif. Banyak ilmuwan-ilmuwan yang sebenarnya mampu disandingkan bahkan lebih dibandingkan ilmuwan-ilmuwan dunia lainnya. Namun entah bagaimana, budaya yang berkembang di Indonesia, bahwa apapun barang buatan Indonesia pasti kurang baik.
Anggapan itulah yang kemudian melahirkan kecacatan atau krisis kepercayaan pada kemampuan ilmuwan-ilmuwan hebat asal Indonesia dalam masyarakat negeri sendiri. Mereka beranggapan lebih keren jika memakai barang buatan luar negeri atau negara-negara maju lain, disbanding buatan dalam negeri. Hingga pada akhirnya karya-karya hebat ilmuwan Indonesia akan terlantar. Seperti pesawat buatan Pak Habibie. Siapa sih yang tidak kenal beliau?
Namun nyatanya Presiden Indonesia ketiga ini karya-karyanya lebih dihargai di Jerman, daripada di negeri sendiri. Nah, berbicara soal hasil karya anak bangsa, Indonesia patut berbangga dengan rencana pembuatan pesawat tempur satu ini. Namanya KFX/IFX. Kepanjangannya adalah Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment. Kenapa ada kata Korean di awal nama?
Ternyata karena dalam pembuatan pesawat tempur ini, para ilmuwan teknologi Indonesia menggandeng ilmuwan-ilmuwan teknologi Korea sebagai pendampingnya. Ya, semacam program kerja sama. Penasaran dengan pesawat tempur yang sekarang sedang ramai diperbincangkan ini? Yuk simak beberapa fakta kehebatannya.
1. Indonesia Menjadi Negara Asia Tenggara Pertama

Tahukah kamu apa yang luar biasa dari pengembangan proyek KFX/IFX ini? Dengan pengembangan pesawat tempur KFX/IFX ini, Indonesia telah dinobatkan sebagai Negara Asia Tenggara pertama yang mengembangkan pesawat tempur secara mandiri.
Tentunya hal ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa mengingat sebagai Negara berkembang, Indonesia selama ini masih terlalu banyak mengimpor kebutuhan-kebutuhannya. Dengan prestasi ini, nama Indonesia bisa mulai merambah ke kancah internasional untuk lebih diakui oleh dunia.
2. MEMILIKI TEKNOLOGI DIATAN F16.
Apakah kamu tahu pesawat tempur jenis F16? Tentu kehebatan dan kecanggihannya sudah tidak asing lagi bagi warga dunia. F16 adalah pesawat tempur buatan Amerika Serikat, dan kecanggihannya bisa dikatakan di atas rata-rata. Namun dengan bangga Indonesia dan Korea Selatan menjamin bahwa KFX/IFX ini teknologinya akan jauh lebih canggih dibandingkan dengan pesawat tempur F16 tersebut.
3. DIPERKIRAKAN JADI TOTAL DITAHUN 2021.
Menurut anggaran, pembiayaan dari pesawat tempur KFX/IFX ini ditanggung 80% oleh Korea Selatan dan 20% oleh Indonesia. Namum kabarnya Indonesia menaikkan dana menjadi 30% untuk alokasi pembuatan jet tempur muthakir ini. Rencana pembuatan pesawat tempur ini mulai diresmikan pada tahun 2010, dan sempat dihentikan karena berbagai sebab. Namun pada tahun 2013, pengembangan pesawat tempur ini mulai dibuka lagi. Bahkan perkembangannya menjadi lebih cepat dan progresif.
Rencananya, pesawat tempur ini akan jadi pada tahun 2020. Dan untuk pertama kali nanti Korea Selatan sebagai kepala proyek akan meluncurkannya di negaranya sendiri dulu. Baru pada tahun 2022 nanti, pesawat KFX/IFX ini akan mulai diluncurkan dan diperbanyak di Indonesia sendiri. Rencananya, dalam proyek bersama ini, Korea Selatan akan mendapat 150 unit dan Indonesia mendapat 50 unit.
4. PROYEK TETAP BERJALAN WALAU GANTI KEPEMIMPINAN.
Proyek KFX/IFX ini telah resmi masuk dalam blue print pemerintah. Sehingga siapapun presidennya di Indonesia maupun di Korea Selatan, sudah ganti atau belum, proyek akan tetap berjalan sampai selesai. Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) ini, diharapkan mampu menjadi indikator kemandirian bangsa Indonesia di mata Internasional.
5. DAPAT DITINGKATKAN DARI GEN 4,5 KE GEN 5.

Pengembangan jet tempur ternyata tak berhenti disitu. Indonesia dan Korsel bisa saja menaikkan kemampuan pesawat menjadi generasi 5 seperti F-22.
"Dengan mulai 4.5, kita nantinya bisa masuk ke generasi 5. Ini penting setelah punya kemampuan updating system dan lain-lain di pesawat," tambahnya.
 Dibandingkan pesawat sejenis, KF-X diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistem avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth). Pesawat tempur KF-X memiliki daya dorong 100 kmh.

Sunday, 5 February 2017

BANGGA!! MENGENAL PRODUK-PRODUK KERETA API PT INKA BUATAN ASLI ANAK BANGSA TELAH BANYAK DIEKSPOR

MENEGENAL PT INKA DAN BERBAGAI PRODUK KERETA API CANGGIH BUATAN PUTRA PUTRI INDONESIA.


PT Industri Kereta Api (Persero) (disingkat: PT INKA atau PT Inka) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang berdiri tanggal 18 Mei 1981 PT Inka (Persero) merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun yang dimiliki oleh PJKA (sekarang PT Kereta Api Indonesia) pada saat itu. Semenjak lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi, maka balai yasa ini dialih fungsikan menjadi pabrik kereta api. Penentuan lokasi dan pendirian pabrik kereta ini berdasarkan hasil studi dari BPPT.
PT Inka, sebagai salah satu badan usaha milik negara terus mengalami perkembangan, diawali pada tahun 1981 dengan produk berupa kereta penumpang kelas ekonomi dan gerbong barang kini menjadi industri manufaktur perkereta apian yang modern. Aktivitas bisnis PT Inka yang ada kini berkembang mulai dari penghasil produk dasar menjadi penghasil produk dan jasa perkereta apian dan transportasi yang bernilai tinggi.
Transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan keberhasilan dan mendapatkan solusi terbaik untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam persaingan global, PT Inka mengembangkan berbagai jenis produk di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.
Melalui perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya beradaptasi terhadap persaingan global, PT Inka memasuki dunia bisnis ini dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, profesional dan kualitas. Dalam menghadapi tantangan dunia bisnis ke depan, PT Inka tidak hanya bergelut dalam produk-produk perkeretaapian, namun menghasilkan produk lain yang lebih luas yang mampu memberikan kontribusi terhadap permintaan infrastruktur dan sarana transportasi.
PT Inka melakukan joint venture dengan General Electric dalam memproduksi lokomotif. Selain produksi untuk kebutuhan dalam negeri, produksi juga ditujukan untuk ekspor terutama ke Malaysia


 
Produk PT Inka
  • 1982 - Produksi pertama gerbong barang.
  • 1985 - Produksi pertama kereta penumpang.
  • 1987 - Perakitan pertama kereta listrik & diversifikasi produk.
  • 1991 - Ekspor pertama gerbong ke Malaysia (KTMB).
  • 1994 - Produksi pertama kereta listrik pertama berteknologi VVVF.
  • 1995 - Peluncuran pertama kereta api Argo Bromo dan Argo Gede.
  • 1996 - Produksi pertama lokomotif (GE Lokindo) & ekspor ke Filiphina (PNR), serta peluncuran pertama kereta api Argo Lawu.
  • 1997 - Peluncuran pertama kereta Argo Bromo Anggrek (leasing Skema).
  • 1998 - Ekspor pertama Ballast Hopper Wagon ke Thailand (SRT).
  • 2001 - Peluncuran pertama KRL Indonesia (desain PT INKA), Argo Bromo Anggrek batch 2, dan Gajayana.
  • 2002 - Ekspor kereta Pembangkit Listrik dan Bogie Reefer Flat ke Malaysia .
  • 2004 - Ekspor body gerbong Container & kusen Blizzard Center ke Australia.
  • 2006 - Ekspor 50 unit kereta BG ke Bangladesh.
  • 2007 - Penandatangan Kontrak produksi 1 trainset DEMU (Diesel-Electric Multiple Unit) untuk Aceh dan Railbus untuk Palembang (Bus rel Kertalaya). Selesai produksi gerbong Bagasi Mobil.
  • 2008 - Peluncuran Pertama Bus Rel KRDI (untuk Aceh & Jawa).
  • 2009 - Peluncuran rangkaian baru Kereta api Gajayana dengan model mirip dengan Pesawat Terbang.
  • 2010 - produksi kereta api ekonomi plus non pso tahap pertama yaitu Kereta api Bogowonto, 5 lokomotif CC 204  & rangkaian Kereta api Argo Jati yang berbentuk mirip dengan Rangkaian KA Gajayana yang baru.
  • 2011 - Produksi Railbus untuk Solo dan produksi kereta api ekonomi plus non pso tahap kedua yaitu Kereta api Gajah Wong.
  • 2012 - Produksi kereta ekonomi dengan AC split, 3 lokomotif CC 300, railbus untuk kota Padang dan KRL i9000 & produksi ekonomi plus non pso tahap ketiga, keempat, kelima yaitu Kereta api Majapahit, Kereta api Menoreh dan Kereta api Krakatau.
  • 2013 - Produksi 18 unit Inobus Articulated Bus untuk armada Transajakarta
  • 2014 - Produksi Kereta Api Ekomnomi AC plus non Pso tahap keenam dan ketujuh, kedelapan dan kesembilan yaitu Menoreh II, Sawunggalih Tambahan sekarang (jakatingkir), Naw Jayabaya dan New Jaka Tingkir jika tahap kedelapan dan kesembilan tersebut sudah dicat dengan livery terbaru PT KAI yang diberi nama Livery Kesepakatan (Airplane Liverys).
  • 2015 - Ekspor 100 Unit MG Dan 50 Unit BG totl seluruh 150 unit bawa Ke Bangladesh, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek dan pengiriman 33 gerbong "Cargo" ke sejumlah depo kereta api di jakarta gudang (dari 18 sampai 33) dan surabaya pasar turi (dari 1 sampai 17).
  • 2016 - Pembuatan beberapa set yaitu (4 train set) kereta api eksekutif super baru dan (7 train set) kereta api ekonomi ac super plus baru.
  • 2017 Ekspor 340 kereta api untuk Srilanka dan Bangladesh. 
KERETA API BUATAN INKA

1. LOKOMOTIF CC 300


 Lokomotif CC 300 adalah salah satu lokomotif diesel hidroulik di Indonesia milik Direktorat Jendral (Ditjen) Perkeretaapian Kementrian Perhubungan yang digunakan khusus untuk keperluan dinas Ditjen Perkeretaapian. Lokomotif dengan dua kabin masinis ini dibuat oleh PT Inka. Desain dan integrasi sistemnya murni hasil pemikiran insinyur Indonesia. Akan tetapi, meskipun milik Ditjen Perkeretaapian, namun loko ini tetap dioperasikan oleh PT KAI.

DATA TEKNIS.
 
Lokomotif ini mempunyai panjang 14.135 mm, lebar 2.642 mm, tinggi 3.575 mm, dan berat 84 ton. Kecepatan maksimalnya adalah 120 km/jam, daya mesinnya adalah 2500 hp dan memiliki gaya traksi sebesar 270 kN pada saat lokomotif mulai bergerak dari keadaan berhenti total. Mesinnya memakai mesin diesel Caterpillar tipe 3512B HD (Caterpillar 3500, konfigurasi V-12 (kode angka 12 pada 3512), long stroke (kode B), diameter silinder × langkah silinder = 170 mm × 215 mm, perbandingan kompresi = 15,5:1) dengan transmisi hidraulik Voith Turbo Transmission L620reU2. Sistem pengereman memakai produk Westinghouse Air Brake Technologies (Wabtec), master controller memakai produk Woojin dari Korea Selatan, juga dilengkapi dengan generator set (genset) CAT C18 dari Caterpillar sehingga tidak memerlukan kereta pembangkit jika menarik rangkaian kereta penumpang.
Agus Purnomo, Direktur Utama Inka, menyebutkan, lokomotif ini cukup andal karena tahan banjir. Ia juga mengatakan bahwa proyek CC 300 adalah bekerjasama dengan Kemenhub, maka ada beban biaya pengembangan yang ditanggung oleh Inka. Sebesar 30 miliar rupiah dari pemerintah Indonesia (PT Inka ikut membayar juga) telah dibayarkan untuk mengembangkan proyek lokomotif made in Indonesia itu. meskipun ketinggian banjir mencapai 1 meter, KA yang ditariknya masih bisa melaju. Sesungguhnya pengembangan lokomotif Inka itu telah dilakukan sejak 2009, dan tidak menutup kemungkinan jika loko ini akan segera diekspor ke seluruh dunia, terutama bagi negara yang lintas KA-nya memiliki persoalan banjir.
Lokomotif CC 300 diluncurkan pada tanggal 20 Mei 2013 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

2. RAILBUS BATHARA KRESNA UNTUK KOTA SURAKARTA. (KRDE)


 Bus rel Bathara Kresna adalah bus rel (rail bus) milik Pt Kereta Api Indonesia, yang beroperasi di rute Solo Purwosari-Sukoharjo-Wonogiri dan merupakan proyek kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dengan PT KAI, pada saat Kota Surakarta dipimpin oleh Joko Widodo. Bus rel ini adalah bus rel kedua di Indonesia setelah bus rel Kertalaya di Sumatera Selatan Bus rel ini diperkenalkan kepada publik pada tanggal 26 juli 2011 dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI Freddy Numberi, di Surakarta  bersama dengan bus bertingkat pariwisata Werkudara. Bus rel ini secara resmi beroperasi kembali dengan diresmikanya oleh Mentri Perhubungan Ignasius Jonan pada tanggal 11 Maret 2015 di Stasiun Purwosari.
 Harga tiket Bathara Kresna untuk sekali jalan sangatlah terjangkau, yaitu hanya Rp4.000. Sedikit lebih murah dibanding tiket odong-odong ataupun kereta kelinci yang selama ini sering kita jumpai. Bagi anak usia di bawah 3 tahun, belum dikenai biaya untuk tiket. Tiket Railbus Bathara Kresna dapat dibeli hari itu juga maksimal tiga jam sebelum pemberangkatan di stasiun-stasiun yang dilewatinya. dari Stasiun Solokota hingga Stasiun Purwosari, mata kita akan dimanjakan dengan suasana ramai khas Kota Solo menyusuri sebagian ruas Jalan Slamet Riyadi. Benar-benar wisata lokal yang murah meriah. Memang jika menaiki kereta ini sobat benar-benar akan dibawa menyusuri gemerlap Kota Solo dari Jl. Slamet Riyadi karena kereta ini adalah satu-satunya kereta dengan jalur sebidang dengan jalan raya sepanjang kurang lebih 7 km banyak wisatawan yang menyebut jika kereta ini adalah satu-satunya kereta Trem yang masih beroperasi di Indonesia.

3. KERETA KRDE DAN KRL.



Pada 2010, ada polemik ketika PT. Kereta Api mendatangkan Kereta comuter bekas dari Jepang. Alasan si Dirjen saat itu, katanya ini hibah …
Terus dicounter sama pengamat, emang sihh hibah, tapi biaya perawatan dan onderdil kan nilainya hampir sama dengan beli baru. Padahal di Indonesia ada PT.INKA (Industri Kereta Api) yang juga punya kemampuan untuk membuat kereta commuter, mo listrik atau disel!.
 Kereta asli rakitan Indonesia dari PT.Inka ini, luar biasa!. Mungkin kereta commuter terkeren yang pernah ada di Indonesia.
Kereta ini harusnya menjadi tamparan buat para mafiAsu, koruptorr ataupun makelar anggaran dan proyek, terutama mereka-mereka yang ngotot lebih memilih membeli kereta bekas dari Jepang daripada beli baru “made in” bangsa sendiri. Alah paling ada orang dibalik ini semua yang tidak ingin bangsa ini maju dan mandiri. Kenyamananan luar biasa, deru rel sangat minim, goyangan gerbong atau hentakan gerbong saat melewati sambungan rel juga minim. Pokoknya TOP dah dari pada kereta rongsokan yang dibeli dari Jepang. Fasilitasnya juga luarr biasa, bahkan di dalam toilet tersedia tissu sama cairan pembersih tangan. Bahkan di dalam gerbong ada pengharum ruangan elektrik.

4. KERETA PENUMPANG.


 K1 New Image Buatan PT INKA dengan rangkaian kereta api kelas eksekutif terbaru. Jumlah rangkaian K1 New Image 2016 yang sudah dikirim ke Surabaya per tanggal 7 Maret 2016 sejumlah 1 rangkaian dengan rincian 9 kereta eksekutif buatan tahun 2016, 1 kereta makan (M1) dan satu kereta pembangkit (P1) yang semuanya buatan INKA keluaran tahun 2016. Pengiriman K1 New Image dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 4 Maret 2016 melalui rute Madiun-Surabaya Gubeng. Berangkat dari Madiun jam 08.05 tiba di Surabaya Gubeng jam 12.05 WIB. Apa keunggulan kereta api baru 2016 made in Inka ini?
Design sangat bagus, K1 New Image Buatan PT INKA  ini simple dengan kaca jendela seperti KA Argo Bromo Anggrek mudah dibersihkan dan mudah diganti jika pecah. Dari sisi kenyamanan lebih nyaman, tidak berisik, dan memiliki sistem pegas yang lebih baik dibanding pendahulunya. Boogie/Bogie yang digunakan adalah jenis boogie K10 dengan kode TB1014.

 Tiap Kereta terdiri dari 50 penumpang dengan design kuris yang yang bisa diatur sesuai dengan keinginan penumpang. Dilengkapi juga dengan CCTV dan juga Wifi. saat ini tersedia satu set rangkaian yang terdiri dari 9 kereta api eksekutif K1 New Image dengan nomor K1 01601-K1 01609, M1 01601 dan P1 01601. Proses pengiriman menggunakan lokomotif CC2017714 dipo SDT tanpa tutup terpal. Posisi rangkaian K1 New Image saat ini berada di Balai Yasa Surabaya Gubeng.

5. KERETA EKSPOR.


Pemerintah Bangladesh dan Bangladesh Railway‎ memuji produksi kereta penumpang buatan PT INKA (Persero). Apresiasi tersebut menyusul tindaklanjut dari realisasi proyek ekspor 150 gerbong kereta produksi Indonesia ke Bangladesh atas dukungan pemerintah melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). 
 Dari keterangan resmi yang dikutip di laman DJPPR Kementerian Keuangan, Jakarta, Minggu (11/12/2016), pemerintah dan INKA melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan proyek ekspor gerbong penumpang kereta api ke Bangladesh. 
 Kunjungan ke Dhaka dan Chittagong, Bangladesh yang berlangsung belum lama ini diikuti, beberapa perwakilan anggota tetap Komite Penugasan Khusus Ekspor (KPKE), antara lain Kementerian Keuangan (DJPPR, DJKN, dan BKF), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, LPEI dan PT INKA. 
Dalam kunjungan tersebut dilakukan pertemuan dengan Bangladesh Railway dan Ministry of Railways of Bangladesh, serta mengunjungi Patarhali Workshop di Chittagong.

"Pada pertemuan di Dhaka, pihak Bangladesh Railway dan Ministry of Railways of Bangladesh menyatakan sangat puas dengan kualitas dan pelayanan yang diberikan oleh PT INKA. Harapannya dapat bekerjasama lagi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu untuk proyek pengadaan gerbong selanjutnya," tulis keterangan tersebut.
Saat ini, ada kebutuhan kereta api yang sangat besar di Bangladesh, karena Bangladesh sedang melakukan revitalisasi perkeretaapiaan. Bangladesh Railway berharap PT INKA ikut dalam proses revitalisasi kereta api di Bangladesh bersama produsen dari China maupun India yang telah ada sebelumnya.
Tim selanjutnya mengunjungi Patarhali Workshop di Chittagong untuk melihat persiapan testing dan commissioning kereta. Testing dan commissioning dilakukan untuk memastikan performa kereta bekerja dengan baik sesuai spesifikasi pada saat pengoperasian di lintas. Dari 150 gerbong kereta, 108 gerbong kereta telah lolos testing dan commissioning, serta beberapa gerbong telah dioperasikan secara komersial.
Untuk diketahui, Bangladesh telah meresmikan ‎kereta penumpang Sonar Bangla Express pada Juni lalu. Sonar Bangla Express termasuk dalam 150 kereta penumpang senilai US$ 72 juta yang diproduksi PT INKA untuk tujuan ekspor Bangladesh.
Ekspansi ekspor ke Bangladesh telah menjadi momentum bagi PT INKA dan industri nasional untuk membuka peluang ekspor ke negara lainnya. Paling penting peresmian Sonar Bangla Express‎ menjadi salah satu bukti keunggulan industri Indonesia.
Keberhasilan ekspansi ekspor gerbong kereta api ini tidak terlepas dari peran pemerintah dalam mendukung daya saing ekspor nasional. Kementerian Keuangan, dalam hal ini DJPPR, melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1156/KMK.08/2015 memberikan penugasan khusus kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan ekspor produk gerbong penumpang kereta api melalui skema National Interest Account (NIA). 
Pembiayaan untuk mendorong produksi gerbong kereta api ini diharapkan memberikan multiplier effect kepada industri turunannya di dalam negeri yang menjadi bagian dalam produksi gerbong kereta tersebut. 
"Saat ini, PT INKA sedang mengikuti tender lanjutan pengadaan gerbong sebanyak 250 unit gerbong kereta penumpang ke Bangladesh," tutup keterangan DJPPR.

6. MONOREL BUATAN PT INKA.

Di Indonesia hanya ada satu perusahaan perkeretaapian yaitu Pt.INKA yang berada di Madiun Jawa Timur. Nah, tau gak sih kalo INKA juga memproduksi monorel, dan tau gak sih kalo monorel buatan Pt. INKA ini murni buatan putra-putri Indonesia, berikut penampakan monorel buatan Madiun ;


 monorel karya putra-putri Indonesia ini mampu melaju sampai 80 km per jam dengan frekuensi antar gerbong selama 5 menit.

 Gimana? Kerenkan karya anak bangsa yang satu ini. Inilah bukti kehebatan bangsa sendiri. Cintailah produk-produk Indonesia.
 

Friday, 3 February 2017

MENGENAL BERBAGAI PISTOL CANGGIH BUATAN PT.PINDAD INDONESIA

MENGENAL PISTOL CANGGIH BUATAN PT PINDAD YANG TIDAK KALAH DARI BUATAN LUAR NEGERI.

      PT Pindad (Persero) merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di sektor industri pertahanan. Selain memproduksi Panser Anoa dan badak yang banyak dipesan negara-negara di dunia, Pindad juga mampu menghasilkan beraneka ragam senjata, baik laras panjang ataupun pistol.

Tak hanya itu, Pindad kini juga telah mampu menghasilkan amunisi sendiri dengan berbagai macam varian. Hal itu menjadi keunggulan Pindad dalam memberikan pilihan bagi para calon pembelinya.

1. PISTOL G2 PREMIUM.

       BUMN senjata PT Pindad (Persero) punya varian baru bagi penyuka olahraga menembak yakni senjata genggam G2 Premium. Pistol ini merupakan pengembangan dari pendahulunya, G2 Combat dan Elit yang biasa dipakai personel militer organik.
G2 Premium menggunakan amunisi kaliber 9 mm dengan jarak tembak efektif 25 meter. G2 Premium ditujukan bagi para atlet menembak di kalangan militer dan sipil.
Saat ini produk baru tersebut tengah memasuki tahap sertifikasi bersama 3 produk baru lainnya dan diharapkan dapat masuk pada tahap produksi di tahun 2017 mendatang.

      Pistol ini sendiri dibanderol dengan harga Rp 35 juta per pucuknya. "Rp 35 juta kisaran harganya kalau sudah diluncurkan nanti. Sekarang sedang sertifikasi untuk produksi masal," ujar satu penjaga stand Pindad, di IBD Expo, JCC, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2016).
Meski belum diluncurkan secara resmi, namun masyarakat yang penasaran bisa melihat penampakan pistol ini di ajang Indonesia Business and Development (IBD) Expo 2016 di JCC Senayan.

     Selain pistol G2 Premium, Pindad juga memamerkan berbagai produk senjata lainnya yang bisa dilihat langsung oleh pra pengunjung. Pengunjung pun bisa selfie bersama senjata-senjata ini.
Pameran Pindad sendiri tergolong sukses menarik perhatian pengunjung yang hadir. Area pameran baru dibuka 30 menit, stand pameran dari BUMN produksi senjata ini sudah ramai dihampiri oleh pengunjung.

2. PISTOL G2 COMBAT.

     Pistol G2 adalah pistol andalan PT Pindad dengan short recoil operated, pistol semi otomatis dengan 9 mm kaliber amunisi parabellum. Kapasitas magasen mencapai 15 buah dan bisa ditembakkan tanpa harus mengganti magasen. Dilengkapi dengan slide yang mudah disesuaikan atau diganti.

Data Tekhnis:
Peluru : 9×19 mm parabellum
Kapasitas : 15+1
Laras : 5″
Tinggi : 140 mm
Panjang seluruhnya : 221 mm
Berat : 0,99 kg
Warna : hitam

3. PISTOL G2 ELITE.

      G2 Elite dan Combat adalah produk pistol terlaris yang di produksi PT Pindad. "Karena G2 kita baru launching 2013, 2014 baru dipesan dan trend naik terus. Tahun ini pistol banyak dipesan, Polisi tahun ini juga pesan pistol kita. Untuk TNI Polri kita siapkan 18.000 pucuk untuk tahun ini belum termasuk kontrak-kontrak dadakan," jelas Silmy. Silmy menambahkan, di tahun 2016, pihaknya sedang menyiapkan rencana memasok untuk kebutuhan hobi. Versi baru dengan tetap mengadopsi munisi kaliber 9 mm ini sedang disiapkan desain yang modern agar tidak terkesan "seram".

     "Pertama saya masuk Pindad saya sudah melihat desainnya, terlalu militer sekali. Kita siapkan pengembangan baru G2 Premium. Nanti ada lagi pakai "P" atau polimer," kata Silmy.

4. PISTOL P2 V1-V4.

    Keunggulanya dalam bentuk yang kompak, berkemampuan dan daya tahan yang tinggi, menjadikan Pistol jenis ini sebagai preferensi dari berbagai kalangan pengguna.
Munisi yang digunakan adalah cal. 9 x 19 mm


    Secara garis besar Pindad P2 merupakan senjata jenis pistol double action yang di rancang dan dibuatan oleh PT Pindad, Bandung, Indonesia. Jenis P2 merupakan keluaran yang berbeda dengan pendahulunya P1 yang hanya menggunakan single action tetapi dengan kaliber amunisi yang sama.
Pistol ini dirancang sebagai pistol dengan kehandalan, kemampuan dan daya tahan yang tinggi. Peluru pistol ini menggunakan peluru kaliber 9 mm menggunakan magazen isi 15 butir dan bidikan besi tritium dot sight, hampir sama dengan rekan penerusnya dengan jenis P3 dengan perbedaan penggunaan ukuran amunisi yang lebih kecil (7,65 x 17 mm) (1,32 ACP). Adapun untuk Panjang laras 100 mm dengan mencapai berat 800 gram. Pistol ini merupakan versi Indonesia dari Browning Hi-Power, dengan lisensi dari FN Herstal.

Spesifikasi :
Calibre                       : 9 x 19 mm Parabellum
Barrel Length            : 100 mm
Overall Length          : 177 mm
Capacity                    : 15 Rounds
Weight                       : 0.8 kg
Sight                           : 3 Dot Fixed
Firing Mode               : Single, Safe
Locking                      : Intercept Notch & Hammer Block
Finishing                   : Black/Gray
5. PISTOL P3.


     Pistol double action buatan Pindad dirancang dengan bentuk yang ergonomic, menggunakan intercept notch dan hammer block yang memungkinkan akurasi tinggi dalam menembak. Menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi untuk menjamin ketepatan dan akurasi, kedua pistol tersebut dapat digunakan baik untuk single maupun double action. Dilengkapi asesoris alat bidik, red dot, laser sight dan tactical light. Tersedia 2 tipe yaitu tipe P2 dengan caliber 9 x 19 mm untuk militer dan tipe P3 dengan caliber 7,65 x 17 mm untuk penegak hukum dan perlindungan pribadi.

6. PISTOL R1 V1 DAN V2.


 
      Revolver R1 memiliki silinder dengan kapasitas 6 peluru. Terbuat dari bahan baja paduan yang menjamin kehandalan, R1 dilengkapi dengan pengaman penembakan. Dapat ditembakan dengan single dan double action, serta mempunyai bentuk yang compact dan ringkas sehingga mudah bagi pengguna untuk membawanya seharihari. Tersedia dalam 2 tipe masing-masing dengan dengan panjang laras 2 " dan 4 ".  Revolver ini sesuai untuk aparat penegak hukum yang memerlukan kehandalan, ketetapan, dan kekuatan. Ringkas, ringan, daya tahan dan ketepatan dari senjata ini menjadikannya ideal untuk digunakan untuk penegak hukum.

Wednesday, 1 February 2017

INI DIA 5 KAPAL PERANG LPD MILIK INDONESIA, SAMPAI MALAYSIAPUN INGIN MEMBELI KAPAL PERANG DARI INDONESIA

INILAH 5 KAPAL PERANG JENIS LPD INDONESIA YANG MEMBUAT MALAYSIA TERTARIK MEMBELI KAPAL PERANG DARI INDONESIA, ADA YANG ASLI BUATAN INDONESIA.

      Indonesia memang sudah memproduksi kapal angkut LPD buatan PT PAL dan tentu saja kapal tersebut tidak begitu berbeda dibandingkan dengan dua kapal LPD hasil produksi dari Korea Selatan. Kapal LPD memiliki bobot sekitar 10.932 ton dan memiliki panjang 122 meter. Terdapat dek helikopter pada ruang belakang dan dibawahnya terdapat dockweel yang menjadi ciri khas LPD. Fasilitas semacam dock terapung ini sangat berguna bagi kapal pendarat LCU (Landing CraftUtility). Akses keluar masuk LCU dengan menggunakan pintu palka yang terdapat di bagian buritan LPD.
       Kapal jenis LPD memiliki ukuran atau dimensi yang lebih besar dan juga dilengkapi dengan teknologi yang lebih maju. LPD mampu menjalankan tugas yang sebelumnya dibebankan kepada kapal jenis LST. Dengan adanya deck yang luas, LPD mampu membawa helikopter dalam jumlah yang lebih banyak. Bahkan dengan sebutan dock, kapal ini mampu menjadi tempat bersandarnya kapal pengangkut sekelas LCU dan rantis juga ranpur amfibi. Kapal LPD juga bisa dialih fungsikan menjadi kapal dengan keperluan dan tugas lain seperti kapal untuk komando, penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan. Bahkan bisa juga dijadikan kapal rumah sakit.

MALAYSIA TERTARIK MEMBELI KAPAL LPD BUATAN INDONESIA.


 
       Menurut Komandan Angkatan Laut Malaysia, kapal Multirole Support Ships (MSS) akan segera membantu menjaga perairan Malaysia.
Dia menegaskan keputusan pemerintah untuk mendapatkan kapal MRSS setelah diinformasikan oleh Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein, dan disebut di dalam tweet-nya, yang berbunyi: “# 15to5 on track! #LMS (Littoral Mission Ships) ready to go #MRSS next. Thank you Sir! @HishammuddinH2O.”
       Angkatan Laut Malaysia berencana untuk mengurangi armadanya dari 15 class menjadi lima class. Kapal perang tua yang terlalu mahal perawatannya akan dipensiunkan atau dijual, dan uang dari hasil penjualan bisa digunakan untuk membeli kapal baru.
Beberapa waktu lalu Hishammuddin mengatakan kepada wartawan bahwa aset baru harus dibeli pada tahun 2020. “Saya hanya ingin aset yang terbaik bagi negara dan saya ingin aset terbaik bagi militer. Itu adalah tugas saya sebagai Menteri Pertahanan,” kata Hishammuddin saat itu.
Ahmad Kamarulzaman tidak mengatakan berapa banyak kapal MRSS yang akan dibeli, selain itu Angkatan Laut juga mengharapkan akusisi 18 kapal Littoral Mission Ship (LMS) dan enam kapal Littoral Combat Ship.
       Kapal Littoral Combat Ship Malaysia akan dilengkapi dengan kemampuan peperangan empat-dimensi yakni misi anti peperangan elektronik, anti serangan udara, anti kapal permukaan dan anti serangan bawah laut yang terintegrasi dengan sistem state of the art. Diperkirakan bernilai sekitar RM9 miliar, kapal LCS juga akan dilengkapi dengan kemampuan siluman yang mengurangi refleksi radar dan visibility.
       Sedangkan kapal Multirole Support Ships kemungkinan akan dibangun bersama oleh Shipyard Boustead Naval Malaysia dan PT PAL di Indonesia, juga dilengkapi sistem peluncuran dan pendaratan kapal boat. Kapal Littoral Mission Ship akan dikembangkan di Cina oleh perusahaan patungan Boustead Naval Malaysia dan perusahaan China Shipbuilding & Offshore International.
Kapal LMS selain dilengkapi persenjataan rudal juga memiliki dek helikopter, selain memiliki fungsi sebagai kapal perang pesisir pantai, kapal LMS juga dapat dimanfatkan untuk misi pencarian dan penyelamatan (SAR). Diharapkan semua kapal berbiaya tidak lebih dari RM250 juta.

5 KAPAL LPD INDONESIA YANG MEMBUAT MALAYSIA INGIN BELI DARI INDONESIA.

1. KRI BANJARMASIN (592).


      Kapal ini merupakan kapal jenis LPD (Landing Platfont Dock) buatan indonesia, kapal ini dibuat untuk mendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat beserta alutsista dan kelengkapannya,kapal yang berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.
  
2. KRI BANDA ACEH (593)


       KRI Banda Aceh (593) adalah salah satu jenis kapal Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Landing Platform Dock yang pembuatannya dilakukan PT PAL di Surabaya dan mulai beroperasi Maret 2011. Kapal ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank dengan luas LPD 125 meter persegi. Kapal Landing Platform Dock 125 meter kapal ke-4 ini dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC untuk sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defencedengan komunikasi kapal ke kapal kombatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter.
Kapal dibangun dengan kelas Loyd Register + 100A1 dan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom). Untuk memudahkan manuver, kapal dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang. Untuk mengoperasikan kapal, mesin dapat dioperasikan dari ruang kontrol dan bisa langsung dari ruang mesin, serta dilengkapi peralatan rumah sakit darurat dan bisa difungsikan untuk pertolongan pertama. Kapal LPD 125 meter tersebut didesain untuk memenuhi tugas operasi TNI AL di antaranya untuk Landing Craft Carier, yakni Landing Craft Unit 23 m, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel termasuk troop carrier 354 troop, kru, tamu, dan officer. Selain itu, operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus .


3. KRI Dr.SOEHARSO (990)


     KRI dr. Soeharso (990) (sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele adalah kapal jenis BRS (Bantu rumah Sakit) . Pada awalnya kapal ini berfungsi menjadi Bantu Angkut Personel (BAP) dengan nama KRI Tanjung Dalpele, karena perubahan fungsi maka pada tanggal 17 September 2008 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dikukuhkan oleh KASAL waktu itu Laksamana Tentara Nasional Indonesia Slamet Soebijanto
Sebelumnya merupakan KRI Tanjung Dalpele yang berfungsi sebagai LPD yang kemudian dialih fungsi menjadi rumah sakit terapung.


4. KRI MAKASSAR (590)


     KRI Makassar (590) merupakan sebuah kapal LPD sintesis Daesun Shipbuildings & Engineering CO. Ltd, Korea Selatan. Kapal ini ialah kapal pertama berasal 2 kapal yang dibangun pada Korsel dan  dibuat menjadi kapal LPD (Landing Platform Dock) atau kapal yg memiliki platform docking serta undocking untuk mengoperasikan LCU. Selain menjadi kapal tempur yang mempunyai fungsi primer pada Operasi Amfibi buat mengangkut Pasukan bersama semua perlengkapan dan  kendaraannya, kapal yg berteknologi desain semi stealth ini juga dapat difungsikan buat operasi kemanusiaan dan  penanggulangan bencana alam, dan Kapal tempat tinggal orang Sakit.

5. KRI SURABAYA (591)

    KRI Makassar dan KRI Surabaya merupakan kapal LPD keluaran Korea Selatan. KRI Surabaya artinya sebuah kapal LPD sintesis Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan. Kapal ini ialah kapal ketiga berasal kapal-kapal yang dibangun pada Korsel dan  dibuat menjadi kapal perang LPD Commando. Selain menjadi kapal tempur, kapal yg berteknologi desain semi-siluman ini pula berfungsi sebagai operasi humanisme serta penanggulangan bencana alam.

Sunday, 29 January 2017

2018 N-245 SIAP TERBANG, INI KEUNGGULAN PESAWAT KARYA ANAK BANGSA TERSEBUT.

PESAWAT N-245 KARYA ANAK BANGSA DIPREDIKSI SIAP TERBANG PADA TAHUN 2018. APA SAJA KEUNGGULANNYA.


PT Dirgantara Indonesia (DI) sedang mengerjakan pembuatan pesawat baru yaitu tipe N-245, pesawat ini ditargetkan mulai terbang pada 2018 mendatang.
“Masih dalam desain, jadi Insya Allah kita mulai karena ini pesawat derivatif (turunan) dari CN-235, jadi bukan pesawat baru 80 persen komponen sama dengan CN-235 dan CN-295. Jadi, kita targetkan 2018 sudah bisa terbang,” kata Direktur PT DI Budi Santoso.
Pembuatan pesawat N245 dinilai tidak seberat dalam pembuatan pesawat N219 karena merupakan pengembangan dari CN235.
“Kalau 219 itu buat semua baru, kalau 245 kita buat ekornya saja, jadi yang lain sama, sertifikasinya sama melanjutkan yang 235,” katanya.
Saat ini, ia mengatakan pihaknya tengah mengurus sertifikasi yang dibantu oleh perusahaan manufaktur pesawat yang bermarkas di Toulouse, Prancis melalui kerja sama.
Budi menngatakan hal itu dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi pesawat di bawah tipe ATR 72 tersebut.

“Kalau kita ingin mensertifikasi produk, katakanlah ke EASA atau FAA (Federal Aviation Administration), kalau kita apply (mengajukan) langsung, maka dapat urututan paling buntut (akhir),” katanya.
Ia mengatakan Airbus mendukung proyek ini karena akan melengkapi seri sebelumnya, yaitu CN-235 dan CN-295.
“Insya Allah akan cepat prosesnya karena ini bukan pesawat baru, 80 persen komponennya sudah ada di kita,” katanya.
Meskipun dalam proses sertifikasi dibantu oleh Airbus, Budi menegaskan ide dan desain murni hasil karya anak negeri.
Dia mengatakan N245 merupakan pesawat kecil untuk daerah komersil yang jika dikembangkan bisa berkapasitas bisa 30-50 penumpang seiring dengan perkembangan teknologi yang semula hanya 10-12 penumpang.
Saat ini, Budi menuturkan pesawat-pesawatnya sebagian besar dibeli untuk keperluan pemerintahan dibandingkan dengan swasta, porsinya masih 90:10 persen.
“Kalau untuk keperluan pemerintahan itu biasanya (mempertimbangkan) performance (kegunaan) paling penting, tapi kalau swasta itu harga paling penting,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, negara-negara yang paling banyak memesan pesawat-pesawat PT DI tersebut, yaitu dari Timur Tengah dan Afrika.
“Itu pasar-pasar baru karena bisa dibilang dulu Afrika belum bisa beli pesawat baru, sekarang sudah bisa. Timur Tengah juga kita harapkan enggak ada masalah,” katanya.
Budi mengatakan salah satu kelebihan dari pesawat yang diproduksinya, yaitu bisa dimodifikasi sesuai pesanan, terutama untuk VVIP.
“VVIP juga bisa dua versi, bisa dipakai penumpang biasa, bisa dipakai medical (medis), jadi satu pesawat dengan berbagai konfigurasi seperti ini, kalau pabrik besar kan sudah malas mengerjakannya,” katanya.

KEUNGGULAN PESAWAT N-245.

 PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tengah mengembangkan pesawat N245. Pesawat N245 merupakan pengembangan dari pesawat buatan PTDI sebelumnya yaitu cN235.

N245 didesain untuk pesawat komersil. Pesawat ini sejenis dengan tipe ATR bermesin ganda.
"Kemungkinan besar ini kerja sama dengan LAPAN. Saat ini masih melakukan pre elementary design, internal test, pemilihan engine, dan yang lainnya," jelas Manajer Pengembangan Bisnis PTDI Krisnan dalam pameran Indodefence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis .

Pesawat ini ditargetkan bisa mulai dibangun tahun 2017. Pesawat ini nantinya memiliki panjang 22,40 meter dengan lebar sayap 25,81 meter dan tinggi 8,42 meter.
 "Ini masih tergantung dari LAPAN. Semoga tahun ini bisa mulai dikembangkan," kata Krisnan.
Setelah selesai diproduksi, N245 bisa melesat di udara dengan kecepatan maksimal mencapai 270 knot atau setara 500 km per jam. Dengan sekali pengisian bahan bakar, N 245 bisa menjangkau hingga 800 nano mil laut.
"Kecepatan bisa sampai 270 knot dengan daya jelajah 800 nano mil laut," tutup Krisnan.

Pesawat N245 akan menjadi pesaing ATR72. Namun, kelebihan dari N245 adalah bisa mendarat pada landasan pendek, sementara ATR72 harus mendarat dengan landasan yang panjang.
"Untuk di Indonesia kami optimistis, karena N245 ideal untuk penerbangan komersial jarak menengah yang menghubungkan antar bandara kecil," ujarnya, Rabu.
Irlan menjelaskan, saat ini, N245 masih dalam finalisasi konfigurasi untuk selanjutnya akan dilakukan uji terowongan angin.
Pesawat prototipe N245 ditargetkan siap beroperasi pada tahun 2018.
Pengembangan pesawat N245 itu sudah masuk dalam road map jangka panjang pengembangan pesawat pada Pustekbang Lapan.
Sebelumnya, PTDI sukses membuat prototipe N219 dan CN235. N219 adalah hasil ide dan desain PT DI dengan Lapan.
Pengembangan pesawat dengan kapasitas 19 penumpang ini telah dilakukan sejak Maret 2007.